07 Oktober 2026 06:48:38

BBLKL Salatiga dan Kolegium Entomolog Kesehatan Perkuat Identifikasi Tikus dan Lalat melalui Workshop Hands On

BBLKL Salatiga dan Kolegium Entomolog Kesehatan Perkuat Identifikasi Tikus dan Lalat melalui Workshop Hands On
02 Oktober 2026 BERITA 18 dibaca

BBLKL Salatiga dan Kolegium Entomolog Kesehatan Perkuat Identifikasi Tikus dan Lalat melalui Workshop Hands On

Salatiga, 2 Oktober 2026 — Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga menjadi lokasi pelaksanaan Workshop Hands On “Identifikasi dan Deteksi Vektor serta Agen Patogen pada Tikus dan Lalat untuk Mendukung Surveilans Kesehatan Lingkungan dan Pangan” yang diselenggarakan oleh Kolegium Entomolog Kesehatan pada Jumat, 2 Oktober 2026.

 

Foto bersama narasumber dan peserta workshop

 

Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga Entomolog Kesehatan, khususnya dalam pelaksanaan surveilans vektor dan binatang pembawa penyakit. Kompetensi tersebut mencakup kemampuan melakukan identifikasi dan deteksi, serta memahami agen patogen pada tikus dan lalat.

 

Workshop ini dilaksanakan sebagai kegiatan pembelajaran melalui Plataran Sehat dengan bobot 6,3 JPL dan 9,37 Satuan Kredit Profesi (SKP). Berdasarkan laman kegiatan, workshop tersebut tercatat memiliki kuota 50 peserta.

 

Narasumber dan Peserta dari Berbagai Instansi

Kegiatan menghadirkan April Hari Wardhana, S.K.H., M.Si., Ph.D. dari Pusat Riset Veteriner, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Dr. Drs. Ristiyanto, M.Kes. dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Riset Kesehatan, BRIN, sebagai narasumber.

 

Workshop diikuti tenaga Entomolog Kesehatan dari BBLKL Salatiga, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Magelang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Semarang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Dinas Kesehatan Kota Semarang, serta beberapa Dinas Kesehatan di Provinsi Jawa Tengah.

 

Dari Teori hingga Praktik Identifikasi

 

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Dr. Endah Setyaningrum, M.Biomed. selaku Ketua Kolegium Entomolog Kesehatan dan Akhmad Saikhu, SKM., M.Sc.PH selaku Kepala BBLKL Salatiga. Selanjutnya, peserta memperoleh materi “Identifikasi dan Deteksi Vektor pada Lalat untuk Mendukung Surveilans Kesehatan Lingkungan dan Pangan” yang disampaikan oleh April Hari Wardhana, S.K.H., M.Si., Ph.D. Materi tersebut membahas pengenalan dan identifikasi lalat sebagai vektor serta relevansinya dalam surveilans kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.

 

Materi berikutnya, “Deteksi Agen Patogen pada Tikus serta Interpretasi Hasil untuk Surveilans Kesehatan Lingkungan dan Pangan”, disampaikan oleh Dr. Drs. Ristiyanto, M.Kes. Sesi ini memperkuat pemahaman peserta mengenai peran tikus sebagai binatang pembawa penyakit, deteksi agen patogen, serta pentingnya interpretasi hasil pemeriksaan dalam mendukung kegiatan surveilans.

 

Belajar Langsung melalui Sesi Hands On

Tidak hanya berisi penyampaian materi, workshop ini dirancang dengan pendekatan hands-on agar peserta dapat melakukan pengamatan dan identifikasi spesimen secara langsung. Pada sesi praktik, peserta mengidentifikasi spesimen tikus dan lalat dengan pendampingan narasumber.

 

Spesimen lalat yang digunakan untuk praktikum identifikasi secara morfologi

 

Melalui pengamatan morfologi secara langsung, termasuk dengan menggunakan mikroskop stereo, peserta mencermati karakter diagnostik yang digunakan dalam proses identifikasi. Spesimen lalat diamati untuk mengenali karakter morfologi yang membedakan kelompok maupun spesies. Sementara itu, pada spesimen tikus, peserta mempelajari karakter morfologi dan morfometri sebagai dasar proses identifikasi.

 

Peserta melakukan pengamatan dan identifikasi spesimen tikus

 

Sesi praktik berlangsung interaktif. Selain mengamati spesimen, peserta berdiskusi mengenai karakter pembeda, penggunaan kunci identifikasi, serta berbagai kendala yang dapat ditemui saat melakukan identifikasi di lapangan maupun laboratorium. Diskusi dan tanya jawab bersama narasumber menjadi bagian akhir sesi sebelum kegiatan ditutup dan dievaluasi.

 

Memperkuat Kapasitas Surveilans Berbasis Laboratorium

 

Peningkatan kemampuan identifikasi vektor dan binatang pembawa penyakit merupakan bagian penting untuk menghasilkan data surveilans yang akurat. Ketepatan identifikasi spesies, yang dipadukan dengan kemampuan mendeteksi dan menginterpretasikan agen patogen, dapat mendukung penilaian risiko serta penyusunan langkah pengendalian penyakit berbasis bukti.

 

Melalui workshop ini, kolaborasi antara Kolegium Entomolog Kesehatan, BBLKL Salatiga, laboratorium kesehatan masyarakat, kekarantinaan kesehatan, dan dinas kesehatan diharapkan semakin memperkuat kapasitas tenaga Entomolog Kesehatan dalam mendukung surveilans kesehatan lingkungan dan pangan.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarentomolog dari berbagai instansi. Dengan demikian, kompetensi teknis yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan di unit kerja masing-masing (ES). 

 

Kembali ke Berita